Jumat, 08 Juni 2012

Kekerasan Dalam Berpacaran


Kekerasan Dalam Berpacaran

http://cai.elearning.gunadarma.ac.id/webbasedmedia/video.php?file_video=kekerasan-pacaran.flv


            Sering terjadi di sekitar kita bagaimana hal ini bisa terjadi dan bagaimana cara mengatasinya, silahkan ikuti program ini.

            Ini kisah seorang gadis yang bernama Melati mahasiswi semester 5, dia kerja di suatu tempat training center, dia kerja bukan untuk mencari uang tambahan melainkan untuk mencari kesibukan karena dia bosan karena kedua orang tuanya dan kakaknya sibuk dengan urusan pekerjaannya masing-masing. Dia kesepian untuk itu dia kerja dan les dan yang lain-lain hanya untuk mencari kesibukan untuk melepas kesepian. Melati punya pacar bernama Jaka yang dikenalkan oleh Rena sahabatnya, yang merupakan kakak dari Rena. Melati berpacaran sama Jaka sudah dua tahun, awalnya Jaka terlihat baik dan perhatian tapi lama-kelama Melati tau siapa Jaka yang sebenarnya, Jaka sangat kasar dan pemain fisik. Jaka akan sangat kasar jika permintaannya tidak dituruti, Jaka kasar tidak secara fisik melainkan secara batin, Jaka seperti itu kerena melihat kedua orang tuanya saat berantem ayah Jaka kasar terhadap ibunya, bahkan ibu Jaka sampai di tampar oleh ayah Jaka kalau saat berantem. Tapi sekarang malah Melati yang dikasari oleh Jaka seperti yang dilakukan oleh ayah Jaka kepada ibunya. Jaka meminta Melati untuk resign dari pekerjaannya untuk lebih memperhatikan Jaka. Ibu Melati tidak setuju akan hubungan anaknya Melati dengan Jaka itu. Dan lama-kelamaan Jaka berani main fisik terhadap Melati.
            Kekerasan Dalam Pacaran adalah suatu tindakan berdasarkan perbedaan jenis kelamin yang berakibat atau mungkin berakibat kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual atau psikologis, termasuk ancaman tindakan tertentu, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara sewenang-wenang, baik yang terjadi di depan umum atau dalam kehidupan pribadi.
Pada umumnya, sangat sedikit masyarakat yang tahu adanya kekerasan yang terjadi dalam pacaran, karena sebagian besar menganggap bahwa masa pacaran adalah masa yang penuh dengan hal-hal yang indah. Ini adalah salah satu bentuk ketidaktahuan masyarakat akibat kurangnya informasi dan data dari laporan korban mengenaikekerasan dalam pacaran tersebut.

            Kekerasan  Dalam Pacaran yang sebagian besar korbannya adalah perempuan ini sering diakibatkan adanya ketimpangan antara laki-laki dan perempuan yang dianut oleh masyarakat luas pada umumnya.
 Perempuan menurut pandangan laki-laki biasanya dianggap sebagai makhluk yang lemah, penurut, pasif, sehingga menjadi alasan utama terjadinya perlakuan yang semena-mena.
Kekerasan Dalam Pacaran yang sering terjadi biasanya terdiri atas beberapa jenis misalnya serangan fisik, mental, ekonomi, psikologis dan seksual. Secara rinci adalah sebagai berikut:

·         Kekerasan Dalam Pacaran Dari segi fisik  misalnya memukul, menendang, ataupun mencubit, untuk segi mental biasanya, cemburu yang berlebihan, pemaksaan, dan perlakuan kasar di depan umum,” katanya.
·         Kekerasan Dalam Pacaran Dari segi ekonomi, kekerasan juga bisa terjadi. Misalnya, ada pasangan yang sering meminjam uang atau barang tanpa pernah mengembalikan.
·         Kekerasan Dalam Pacaran Dari segi psikologis misalnya bila pacarmu suka menghina kamu, selalu menilai kelebihan orang lain tanpa melihat kelebihan kamu, , cemburu yang berlebihan dan lain sebagainya
·         Sedangkan dari segi seksual adalah pasangan yang memaksa pasangannya untuk melakukan hubungan seksual, pemerkosaan dlsb.

            Menghadapi kekerasan dalam pacaran seringkali lebih sulit bagi kita, karena anggapan bahwa orang pacaran pasti didasari perasaan cinta, simpati, sayang dan perasaan perasaan lain yang positif. Sehingga kalau pacar kita marah marah dan membentak atau menampar kita, kita pikir karena dia memang lagi capek, lagi kesel, bad mood atau mungkin karena kesalahan kita sendiri, sehingga dia marah.
            Hal klasik yang sering mucul dalam kasus kekerasan dalam pacaran adalah perasaan menyalahkan diri sendiri dan merasa “pantas” diperlakukan seperti itu. Pikiran seperti “ah mungkin karena saya memang kurang cantik, sehingga dia sebel”, atau “ mungkin karena saya kurang perhatian sama dia” , “ mungkin karena saya kurang sabar” dan lain lain, sehingga dia jadi “ketagihan” merendahkan dan melakukan terus kekerasan dalam pacaran terhadap pasangannya.
Refleksi bagi remaja:
            Untuk itu, para remaja harus mewaspadai bibit-bibit kekerasan yang terjadi dalam hubungan mereka, sehingga apabila bibit tersebut mulai terlihat, maka remaja mampu mengambil sikap yang tegas.



http://www.antaranews.com/berita/1282318658/psikolog-remaja-perlu-waspadai-kekerasan-dalam-pacaran
http://forum.detik.com/showthread.php?t=46500


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar